Senin, 09 April 2012

REVIEW: FISH STORY (フィッシュストーリ)


Alkisah, sebuah meteor tengah dalam perjalanannya menuju bumi. Saat itu adalah hari yang sunyi di Tokyo pada tahun 2012. Jalanan Tokyo begitu lengang setelah seluruh penduduknya pergi menyelamatkan diri ke Gunung Fuji untuk menghindari kemungkinan terjadinya tsunami menyusul tabrakan bumi dan meteor.
Seorang pria setengah baya—yang duduk di atas sebuah kursi roda—terlihat tengah melintas seorang diri di jalanan Tokyo yang sunyi senyap. Pria itu adalah Taniguchi, seorang pria yang telah putus asa menghadapi kanker yang menggerogoti tubuhnya dan tidak memiliki keinginan untuk menyelamatkan diri dari bencana.
Dia tengah menikmati perjalanannya menyusuri jalanan Tokyo saat disadarinya ada sebuah toko CD dan kaset yang buka seperti hari biasa. Toko itu bernama Coconut. Taniguchi pun, untuk mengatasi rasa penasarannya, masuk ke toko itu dan—benar saja—ternyata ada dua pria lain selain dirinya yang masih tersisa di Tokyo. Kedua pria itu adalah si pemilik toko kaset dan seorang pengunjungnya. Taniguchi memandangi keduanya—yang tengah sibuk mendiskusikan sebuah musik punk—dengan heran. Pria tua itupun menyela keduanya dengan mengingatkan akan bencana yang akan segera datang.
Kedua pria itu dengan tenang mengatakan bahwa bumi akan selamat, sementara Taniguchi bersikeras bahwa bumi akan menghadapi akhir. Perdebatan pun terjadi di antara ketiganya. Akhirnya, tanpa mempedulikan Taniguchi, si pemilik toko mengeluarkan sebuah piringan hitam dan memutar salah satu lagu di dalamnya.
Judul lagu itu adalah Fish Story, lagu yang diciptakan oleh sebuah band beraliran punk rock di tahun 1975, setahun sebelum Sex Pistols (yang dipercaya sebagai pioneer musik punk) terbentuk. Fish Story diciptakan oleh sebuah band bernama Geki-rin yang bubar segera setelah meluncurkan Fish Story sebagai album terakhir mereka. Pemilik toko percaya akan adanya kekuatan yang tersimpan dalam lagu itu, yang akan menyelamatkan dunia. Mereka bertiga terdiam sementara Fish Story mengalun di latar belakang.
Inilah kisah sebuah lagu yang akan menyelamatkan dunia.

***


Fish Story adalah sebuah film yang disutradarai oleh Yoshihiro Nakamura berdasarkan sebuah novel dengan judul yang sama karya Kotaro Ishaka. Film ini terdiri atas cerita-cerita pendek dengan karakter dan latar waktu berbeda, yakni tahun 2012, 1982, 1999, 2009, dan tahun 1975. Cerita sentralnya sendiri berkisah tentang sebuah band beraliran punk rock dari tahun 1975 yang bernama Geki-rin. Kala itu masyarakat Jepang tidak memahami aliran musik yang mereka bawakan, karena musik punk rock baru dikenal oleh dunia setahun setelah Geki-rin bubar, melalui sebuah band terkenal asal Inggris bernama Sex Pistols. Karena tidak berhasil mengusung kesuksesan, Geki-rin pun bubar setelah lagu terakhir mereka yang berjudul Fish Story rilis.
Menurut saya, film ini sangat layak bahkan wajib untuk ditonton. Bukan hanya bagi penggila J-Movies (Japanese Movies) saja. Kalian yang ingin menonton film dengan konsep unik dan berbeda juga wajib untuk menontonnya. Di awal cerita saja, film ini sudah cukup membuat penasaran dengan kelanjutan kisah meteor yang akan menghantam bumi, yang tiba-tiba terpotong dengan kisah seorang pria muda lemah dari tahun 1982. Belum lagi kisah di tahun 1982 tuntas, kisah akan terpotong dengan kisah orang-orang yang sedang menanti kiamat di tahun 1999. Di akhir cerita, kalian akan menemukan bahwa semuanya terhubung.
Bagian paling menarik dari film ini adalah unsur kejutan yang dimilikinya. Di akhir film, mungkin akan ada berbagai reaksi dari kalian yang telah menontonnya. Ada yang kagum dengan pembuat cerita, ada yang merasa konyol, ada juga yang merasa dibodohi mentah-mentah oleh pembuat cerita. Namun, tetap saja, film ini adalah film yang layak ditonton. Belum lagi pesan yang dikandungnya, yaitu: apa yang bagi kita tidak berharga di saat ini, belum tentu sesuatu itu akan menjadi tidak berharga selamanya. Seperti lagu berjudul Fish Story, yang pada awalnya tidak diterima oleh masyarakat, yang ternyata memiliki peran besar puluhan tahun setelahnya.
Bagi saya, film ini memenuhi rating 4/5. Bagaimana menurut kalian yang sudah menontonnya?
***
CAST

҉ Gekirin

Toshimitsu Okawa as Ryoji (guitarist)
 Kengo Kora as Goro (vocalist)
Atsushi Ito as Shigeki (bassist/ leader)
 Kiyohiko Shibukawa as Tetsuya (drummer)


2012 CAST

Nao Omori, Kenjiro Ishimaru, Vincent Giry

1982 CAST

Gaku Hamada, Takashi Yamanaka, Kazuki Namioka, Mai Takahashi, Eriko Otani, Kenichi Takito


2009 CAST

Moriyama Mirai (as The Chef), Mikako Tabe


1975 CAST

Gekirin, Hidekazu Mashima, Noriko Eguchi, Nao Omori

AWARD
Special Award for Best Pop Culture Rush - 2009 (8th) New York Asian Film Festival - June 19th-July 5th

FILM FESTIVALS
§  2009 (11th) Udine Far East Film - April 24th-May 2nd *European Premiere
§  2009 (8th) New York Asian Film Festival - June 19th-July 5th *North American Premiere
§  2009 (13th) Puchon International Fantastic Film Festival - July 16th-26th - Off the Fantastic *Korean Premiere
§  2010 (14th) Fantasia Film Festival - July 8-28 *Montreal Premiere






1 komentar:

Popular Posts